KOMPAS.TV - Judi online menyasar berbagai lapisan masyarakat, tak perduli usia ataupun status sosial. <br /> <br />Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid menyebut judi online kini menyasar kalangan remaja, khususnya anak-anak. Meutya menyebut anak-anak mengakses judi online dengan akun milik orangtuanya melalui gim online. <br /> <br />Data dari PPATK menyebutkan keterlibatan anak-anak dalam judi online tahun 2024 hingga Juni sebanyak 197.540 anak. Nilai transaksi mencapai Rp293,4 miliar. <br /> <br />Untuk kategori usia di bawah 10 tahun, mencapai 80.000 orang, dan rentang usia 10 sampai 20 tahun mencapai 440.000 orang. <br /> <br />Judi online meningkat sejak pandemi 2021 dan semakin menjamur seiring mudahnya mendapatkan pinjaman online. <br /> <br />Baca Juga Kapolri Tegaskan Jika Terbukti Terima Uang Judi "Online"Dirinya Siap Mundur |SERIAL JUDOL di https://www.kompas.tv/nasional/553246/kapolri-tegaskan-jika-terbukti-terima-uang-judi-online-dirinya-siap-mundur-serial-judol <br /> <br />#judionline #menkomdigi #anak <br /> <br />Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/553259/menkomdigi-meutya-hafid-ungkap-banyak-anak-terjerat-judi-online-begini-datanya-serial-judol